Kamis, 11 Oktober 2012

Three Cousin's Story #1


Kapan Aira bertemu dengan dua sepupunya tersayang, Tias dan Uma ? Kapan Aira berjumpa dengan mereka ? Kapan Aira sudah lama mengenal mereka ? 
Semuanya dijawab hanya satu saja, 

.........
.........

Sejak setelah lahir, setelah lahir ke dunia yang luas, tumbuh menjadi gadis kecil yang manis, ...... tak lama beberapa tahun kemudian, Uma lahir. kami semua menyambut dik Uma, panggilan dari Aira untuknya. Panggilan mba Tias, panggilan dari Aira untuknya. 

.........
.........
.........

Waktu pun telah berlalu.

Ini cerita Aira waktu masih kecil sebelum Uma lahir ke dunia.
Ini cerita Aira kecil sewaktu jalan-jalan ke Istana Anak-Anak di Taman Mini Indonesia Indah bersama ibu, tante, simbah, dan sepupu Tias serta mas dan mba waktu muda.

----------------------------------------------------------------------------------------

Enam belas tahun lalu, tepatnya tahun 1995 

"Mba Tias !!!!!", teriakan Aira sekencang-kencang ke arah tempat Tias berada.

"Aira ??". Tias langsung terlonjak kaget. Pipinya montok dan menggemaskan membuat Aira ingin menjahili Tias.

"Ya, mba Tias ??". Senyum Aira ke Tias, meskipun tinggi badan mereka berbeda. Aira lebih tinggi daripada tinggi badan Tias, Usia Aira 1 tahun lebih tua daripada usia Tias.

"Ayo kita jalan-jalan dan menikmati suasana di sana-sini. Yuk !!", ajak Aira ke Tias. Tangan Aira pun menggandeng tangan kecil Tias sambil menunjukkan wajah cerianya.

Melihat senyum Aira, Tias pun mengangguk-angguk.

"Yupp, Aira ....".

Saat itu ada perayaan festival anak di Istana Anak di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada Hari Anak Nasional. Aira dan Tias diajak keluarganya, tante, ibu, dan mba serta mas masih muda untuk melihat keramaian festival anak di TMII. 

Waktu itu hari yang sungguh menyenyakan. Piknik bersama ibu, tante, simbah, dan sepupu. 

"Tante, di mana Tias ?". 

"Aira, Tias ada di Istana Anak bersama mas Tio untuk melihat pawai dari atas".

"Wahh.. mau bangett". Aira langsung menuju ke Istana Anak sambil berlari dengan langkah-langkah kakinya mungil secepat mungkin.

Setelah sekian sebentar mencari, Aira akhirnya menemukan Tias dan mas Tio di menara kanan atas istana anak.

"Tias !!!!", teriak Aira kencang.

"Lho, Aira ?".

"Nahh, dari sini kelihatan pawai-pawai. Wah, dari atas kelihatan dan pawai itu sungguh meriah sekali", ceria Aira.

Tias dan mas Tio tersenyum melihat keceriaan Aira.

"Ya, Aira...".






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...