Sabtu, 14 April 2012

Momen Putih Abu-Abu


Guys !! apakah kamu kenal istilah “Putih Abu-Abu” ? Yup,, istilah “Putih Abu-Abu” menunjuk pada kata “SMA”..maksudnya Sekolah Menengah Atas.. so, putih abu-abu itu warna seragam pada siswa SMA. Oi ya, kalian masih duduk di bangku SMA/ SMK atau berstatus siswa sekolah menengah ?? sure.. jika kalian sudah lulus SMA, kalian pasti kangen masa-masa putih abu-abu. 
Kenangan momen putih abu-abu diwarnai berbagai warna-warni seperti pelangi menghiasi langit biru yang cerah, ada yang ceria, resek, happy, pahit, tertawa, sedih, lucu, kompak, bla..bla..blaa.. masih banyak lagi momen-momen yang pasti kalian selalu ingat setelah lulus SMA.. I always missed that tooooo !!! 
Saya sekarang sudah berstatus mahasiswa. Saya sudah lulus SMA. Kalian pasti mengalami masa-masa sulit untuk berpisah dengan teman-teman SMA selalu disayangi bagai keluarga/ saudara-saudara berharga yang telah selalu bersama selama 3 tahun. Saya juga !! 
Hmmm…saya ceritakan momen-momen putih abu-abu yang pasti kalian pernah alami waktu SMA dulu dari awal OSPEK sampai acara perpisahan or kelulusan SMA. Begini inilah ceritaku ……. Hem, santai dulu ahh dan tepuk bantal biar nyaman membaca ceritaku hehe…silahkan baca ceritaku waktu masih berstatus putih abu-abu.. 

inilah ceritaku .................. 

Di bulan  Juli tahun 2009, saya diterima masuk ke SMA Islam Terpadu Al-Madinah. Hqri pertama masuk ke SMA-ku diawali hari pertama OSPEK namanya MOS untuk siswa baru kelas 10.  Mendapat teman baru cukup dengan acara perkenalan ho..ho..ho. saling menukar nama, maksudnya mengenal nama teman-teman baru di satu kelas dengan saya. Awalnya terkesan masih berstatus murid baru kelas 10 di SMA yang baru, lama-kelamaan kami sudah dapat  saling mengenal nama teman-teman satu kelas. Yaa.. sangat menyenyakan, bukan ?? ingat pepatah “ teman baru kenal nama dulu” hahahaa…biar akrab lhoo 

Tahun selanjutnyaaaa… kami berhasil naik ke kelas 11.. of course, dipisah dan dibagi jadi dua kelas yaitu kelas IPA dan IPS. Saya memilih masuk kelas IPA karena saya suka bangeeetttsss mata pelajaran IPA ( Fisika, Kimia, dan Biologi ).. well, well. Hubungan kami semakin akrab..demikian juga hubungan antara murid dan guru. lebih akrab daripada tahun pertama. Ckckck.. mulai tahun kedua kami, teman-teman sekelasku mulai ada yang sudah pacaran…( -,- ) sampai ada lg pacaran pun ketahuan dan diledek bahkan diomelin sama guru dan wali kelas.. tentu, hal ini semua teman-temanku kelas IPA dan IPS tertawa terbahak-bahak  :D …   hmmm… benar-benar momen putih abu-abu yaa kayak pacaran bahkan saling naskir , saling surprise ultah ke teman atau guru yg kebetulan ultah, semuanya dilakukan saling kompak, bahkan meski berantem tapi tetap damai, pokokknya damaiii bangetts.. hhe . meski dipisah jadi dua kelas IPA dan IPS, kami selalu bersatu, saling kompak, aneh-anehaan, seru-seruan, sampai beneran jadi kayak saudara saya di keluarga IPA dan IPS. 

Selanjutnya terakhirr, Tahun ketiga merupakan tahun terakhir bagi kami bersekolah di SMA IT Al-Madinah. Memang sedihh bgt ya hikss.. harus berpisah. Sebelum UAN, sekolah kami mengadakan acara perpisahan sambil jalan-jalan ke Cirebon, Semarang, dan Ambarawa di Jawa Tengah.. sangat menyenyakan, saling berfoto-foto hangatt untuk dijadikan kenangan antara teman-temanku, bahkan antara murid dan guru. Tahukah anda ?? UAN susah bangetts, tapi Alhamdulillah…. Lancar-lancar mengerjakan tanpa nyontel.. “NO NYONTEK, JUJUR YES” setujuuu…. Alhamdulillah 100x, kami kelas 12 IPA dan IPS berhasil lulus UAN 100%.. yaaah awalnya itu surpriseee bangetts dari guru-guru yang ngerjain kami.. bahkan sampai nangis takutnya gak lulus, tahu-tahu BERHASIL LULUS !!!  setelah lulus UAN berarti lulus SMA dan melanjutkan menuntut ilmu ke perguruan tinggi yang diminati, ada yg diterima ke Univ. Negeri  Jakarta, Univ. Pakuan, Univ. Pancasila, Univ. Brawijaya Malang, Univ. Padjajaran, Univ. di Purwakarta bahkan kuliah di Univ. swasta di Bandung, di Jakarta .. meski sedihh, harus berpisah, tapi kami selalu bersatu dan saling mengingat kenangan yang pernah kami sharing waktu SMA dulu.. indahnya masa putih abu-abu yaa 
 :) :) :) 

kala ketika masa putih abu-abu harus berakhir, tapi tidak berate berakhir..masa putih abu-abu tetap berjalan selamanya ada di dalam hati kalian, yaitu kenangan yang pernah kalian alami di masa putih abu-abu” 


# inilah kenangan maniss saya waktu di masa putih abu-abu  :')

jalan-jalan bersama ke Pameran di JIC Hall, Senayan
Lomba membuat nasi kuning di hari Kartini  .. hehe

foto bareng di Kota Tua





Taraa... inilah teman-teman sekelasku, kelas IPA di masa putih abu-abu  

# end never ending  . . . . 

Sabtu, 17 Maret 2012

Santri Cerdik dan Seekor Sapi

Seorang santri baru saja lulus aliyah pesantren dengan nilai jayyid jiddan ( lumayan pintar). Dia pun berencana mengadu nasib di Jakarta.

Saat tiba di Stasiun Pasar Senen, dia melihat kerumunan orang. Rupanya sedang ada kecelakaan. Di Jakarta, kecelakaan biasanya memang menjadi tontonan yang menarik, maka dia pun memutuskan untuk ikut menonton.

Namun teryata kerumunan itu terlalu berjubel sehingga ia tidak bisa melihat korban dengan jelas, apalagi postur tubuhnya yang memang kecil. Jadi, jangankan mendekat, untuk melihat korban saja sulit. Berhubung karena merupakan santri berotak cemerlang, maka dia tidak kurang akal dan langsung berteriak-teriak sambil pura-pura panik.

“Saya keluarganya.. Saya keluarganya.. Minggir.. Tolong minggir !” katanya sambil mengacungkan jari dan mendesak maju menerobos kerumunan orang-orang tersebut.

Orang-orang pun memandanginya, dan ternyata si santri memang berhasil. Mereka langsung memberi kesempatan kepada santri itu untuk menghampiri korban kecelakaan. Santri itu pun langsung mendekati korban kecelakaan. Dan, betapa terkejutnya ketia dia melihat dengan jelas korban kecelakaan yang diakuinya sebagai keluarganya itu ternyata adalah seekor SAPI !

sumber :
 

Selasa, 13 Maret 2012

Apa itu Biografi ?

Pernah mendengar kata istilah Biografi. kebanyakan orang berpikir dan mengemuakan bahwa biografi adalah sebuah buku yang mengisahkan riwayat hidup/ perjalanan seseorang dari lahir sampai mati. misalnya biografi tokoh-tokoh penting, contohnya biografi Hellen Keller yang menceritakan kisah kehidupan Hellen Keller yang seorang wanita penyandang bisu dan tuli di Amerika.
     
Biografi berasal dari bahasa Yunani, yaitu bios berarti hidup dan graphien berarti tulis. Jadi, pengertian biografi adalah tulisan tentang kehidupan seseorang. Biografi secara sederhana dikatakan memuat kisah kehidupan/ riwayat hidup seseorang. Biografi bisa dalam berbentuk teks, bahkan ada yang juga dalam bentuk buku dan film.

Perbedaannya adalah, biografi singkat hanya memaparkan tentang fakta-fakta dari kehidupan seseorang dan peran pentingnya sementara biografi yang panjang meliputi, tentunya, informasi-informasi penting namun dikisahkan dengan lebih mendetail dan tentunya dituliskan dengan gaya bercerita yang baik.

Biografi menganalisa dan menerangkan kejadian-kejadian dalam hidup seseorang. Lewat biografi, akan ditemukan hubungan, keterangan arti dari tindakan tertentu atau misteri yang melingkupi hidup seseorang, serta penjelasan mengenai tindakan dan perilaku hidupnya. Biografi biasanya dapat bercerita tentang kehidupan seorang tokoh terkenal atau tidak terkenal, namun demikian, biografi tentang orang biasa akan menceritakan mengenai satu atau lebih tempat atau masa tertentu.

Biografi seringkali bercerita mengenai seorang tokoh sejarah, namun tak jarang juga tentang orang yang masih hidup. Banyak biografi ditulis secara kronologis. Beberapa periode waktu tersebut dapat dikelompokkan berdasar tema-tema utama tertentu (misalnya "masa-masa awal yang susah" atau "ambisi dan pencapaian"). Walau begitu, beberapa yang lain berfokus pada topik-topik atau pencapaian tertentu.

Biografi memerlukan bahan-bahan utama dan bahan pendukung. Bahan utama dapat berupa benda-benda seperti surat-surat, buku harian, atau kliping koran. Sedangkan bahan-bahan pendukung biasanya berupa biografi lain, buku-buku referensi atau sejarah yang memaparkan peranan subyek biografi itu.

Biografi adalah suatu kisah atau keterangan tentang kehidupan seseorang yang bersumber pada subjek rekaan (non-fiction / kisah nyata). Sebuah biografi lebih kompleks daripada sekadar daftar tangga lahir atau mati dan data-data pekerjaan seseorang,tetapi juga menceritakan tentang perasaan yang terlibat dalam mengalami kejadian-kejadian tersebut yang menonjolkan perbedaan perwatakan termasuk pengalaman pribadi.

Secara garis besar biografi dibagi berdasarkan penulisnya :

      1. Autobiografi, biografi yang ditulis penulis diri sendiri. Autobiografi itu menceritakan kisah  kehidupan diri sendiri.

      2. Biografi, yang ditulis orang lain bukan diri sendiri. Biografi itu menceritakan kisah kehidupan tokoh penting/ orang lain.     

Kalian suka membaca biografi ?? Yap, membaca biografi jelas ada manfaat bagi kalian diantaranya, dapat memotivasi diri kalian sendiri dan memberikan banyak inspirasi buat kalian.
Ayoo.. mulai sekarang kita baca biografi tokoh-tokoh favorit kalian sesuai minat dan karakter kalian. Semoga biografi yang kalian baca dapat melahirkan semangat dan motivasi luar biasa bagi kalian.

Sumber :

Selasa, 21 Februari 2012

Seandainya Saya Normal


Pada sore hari seperti biasa sepulang sekolah. Aku turun dari mobil jemputanku lalu aku berjalan tak karuan dan mengeluarkan banyak keringat.
“ Hehem… panas sekali  “, aku menarik-menghembuskan napasku yang hangat.  Mumpung bulan ini lagi musim kemarau jadi udara di sekitarku begitu panas sekali. Kulangkah kakiku masuk ke rumahku yang nyaman. Kulihat jam tanganku berwarna biru muda menunjukkan jam setengah empat sore. Setelah aku masuk ke rumahku, lalu aku masuk ke kamarku dan menaruh tasku, aku pun merebahkan tubuhku ke atas tempat tidurku.
“ Lelah sekali aku ini”. Aku bangkit dari tempat tidurku menuju ke dapur untuk mengambil minuman air putih. Ketika aku kembali dari dapur, kulihat mbak Tini,pembantuku tergesa-gesa menuju kea rah tempat telepon berada.
“Aku yang paling dekat tempat telepon berada. Kenapa aku tidak angkat telepon supaya mbak tidak kecapekan?” tanyaku dalam hati dengan kecewa. Aku memang tidak bisa mendengar suara telepon bordering karena aku ini anak tunarungu . aku mengalami cacat pendengaran sejak berusia satu tahun setelah terserang demam tinggi.
Ketika aku sedang menonton tv setelah sholat magrib, tiba-tiba datanglah mbak Tini.
“ Nina, tolong kecilkan volume suara tv ini !!! “. Teguran mbak Tini seperti biasa aku cuekin, karena aku sudah bosan mendengar teguran dari mbak berkali-kali dan juga teguran dari sepupuku.
“ Iya.iya.. aku segera kecilkan suara tv ini…”. Balasku dengan perasaan kesal. Aku pun mengecilkan suara tv. Aku heran padahal aku tidak mendengar suara tv itu.
“ Kenapa aku disalahkan ?  Apa gara-gara karena aku tunarungu ? “. Pikirku dalam hati sambil sedih.  “ Huffftt… “. Lalu aku kembali melanjutkan tontonan tv.
 Setelah menonton tv, aku mengambil air wudhu lalu melakukan sholat Isya. Sehabis sholat Isya, aku mengangkat kedua tanganku untuk berdoa kepada Allah SWT.
“Ya Allah… mengapa aku disalahkan oleh mbak Tini dan Riri gara-gara aku tidak tahu kalau ada volume suara tv yang keras tapi aku tahu itu bukan salah aku. Kenapa bisa salah aku… Astagfirullah adzim. Ampunilah aku, Allah Maha Agung… “. Lalu aku meneteskan air mataku dan bersujud kepada Allah.

Esoknya pagi hari di sekolahku, pada jam menunjukkan pukul setengah sebelas dan bel sekolah pun berbunyi memberi tanda bahwa eskul yang aku ikuti di sekolahku hari itu selesai. Waktu aku lagi menunggu mobil jemputanku di kanopi sekolahku, aku melihat sebagian teman-temanku sedang menelpon seseorang dengan hp mereka masing-masing dengan asyiknya.
“ Hmmm… menelpon itu sepertinya seru, tapi sayangnya aku tunarungu jadi aku tidak bisa menelpon hanya cuma bisa sms-an saja, hufft”. Tentu, aku sedih dan ingin tahu seperti apa rasanya jadi anak  normal.
“ Seandainya aku anak normal. Aku ingin seperti teman-temanku yang normal karena mereka bisa menelpon hp dan bisa mengobrol apa saja yang tidak saya ketahui…”. Lamunanku dikejutkan supir jemputanku,rupanya mobil jemputanku sudah datang lalu aku meninggalkan kanopi sekolah itu yang begitu kosong dan sepi.
Aku masih memikirkan keadaan aku yang tunarungu dan ingin seperti bagaimana rasanya menjadi anak normal dengan pendengaran yang normal. Tapi pikiranku semua tentang seandainya aku normal berubah, pada waktu di sekolahku ada kegiatan rohis keputrian membahas tentang “ Hidup Itu Tidak Sempurna” . aku baru menyadari diriku yang begitu lemah, aku sadar bahwa hidup itu selamanya ternyata tidak sempurna. Lalu aku mengangkat tangan kananku untuk bertanya.
“ Bu, mengapa hidup itu selamanya tidak sempurna ?”.
“ Nak, hidup itu selamanya tidak sempurna karena setiap orang pasti memiliki hidup tidak sempurna. Ada yang hidup bahagia dan ada yang hidup menyedihkan, semua itu sama saja. Yang menentukan hidup kita hanyalah Allah maka kita harus pandai bersyukur kepada Allah”. Jawab ibu guru panjang lebar. Aku pun terperanjat dan memikirkan kata-kata penjelasan ibu guru, tapi aku belum yakin maka aku bertanya lagi.
“ Bu, saya mau bertanya lagi. Apakah aku harus bersyukur karena aku memiliki cacat pendengaran ?”. mendengar kata-kataku, ibu guru pun memandangku.
“ Nina, walaupun kamu tunarungu tapi kamu harus bersyukur . kamu harus bisa bersyukur kepada Allah Karena kamu memiliki kelebihan yang tidak dimiliki orang lain walaupun kamu memiliki kekurangan”, tegas ibu guru dengan lembut.
“ Iya… bu. Nina mengerti “. Aku pun merasa bersalah pada diriku dan Allah. Aku sadar semua tentang itu. “ Dapatkah aku bisa bersyukur kepada Allah ?”. aku pun merenungkan kata-kata ibu guru dalam hati.
Sepulang sekolah, aku langsung mengaji. Setelah mengaji, lalu aku bertanya pada guru mengaji saya, bu Oche.
“ Bu, saya ingin bertanya. Menurut bu Oche, haruskan Nina bersyukur kepada Allah Karena aku memiliki cacat tunarungu dan ingin seperti anak normal? “. Mendengar pertanyaanku, bu Oche memandangku dengan heran.
“ Nina, kamu harus bersyukur pada Allah karena Nina anak yang pintar dan cerdas yang bu Oche tahu prestasimu yang diraih sukses”. Aku pun terperanjat melihat kata-kata yang dikeluarkan dari mulut bu Oche.
“ Ya… bu Oche tapi Nina belum bisa bersyukur cuma bisa sedikit bersyukur. Nina sangat kecewa karena aku tidak seperti teman-temanku yang normal “. Aku pun menangis sambil mengeluarkan air mataku yang pilu. Tiba-tiba datanglah ibu kandungku ke depanku sambil duduk di dekatku.
“ Nina, kamu harus bisa bersyukur atas kelebihan kamu yang tidak dimiliki orang lain. Kamu tunarungu karena sudah takdir ditentukann Allah kepadamu. Kalau kamu sedikit bersyukur berarti kamu tidak ikhlas bersyukur maka kamu harus bisa selalu bersyukur kepada Allah secara ikhlas“. Tak kusangka, ibuku mendengar pernyataanku. Kata-kata ibuku memang benar, aku memiliki kelebihan yaitu selalu meraih prestasi di sekolahku atau di luar sekolahku dan mempunyai bakat melukisku. Aku pun menundukkan kepalaku ke bawah lalu bu Oche mencolekku.
“ Nina, kamu anak yang pintar dan punya banyak prestasi di sekolahmu. Kamu selalu mendapat rangking satu. Bu Oche punya teman yang tunanetra yaitu tidak bisa melihat, tapi dia selalu bersyukur atas nikmat-Nya diberikan Allah. Dia tidak seperti kamu, kamu yang beruntung. Jadi Nina harus mau bersyukur kepada Allah atas nikmat-Nya kepadamu “.  Kata-kata bu Oche sangat benar. Walaupun teman bu Oche seorang tunanetra tapi dia selalu bersyukur atas nikmat Allah. 
“ Ya… Nina harus bisa bersyukur kepada Allah atas anugerah-Nya kepadaku. Alhamdulillahirobbilalamiin…. “.  Aku pun memandang ibuku dan bu Oche sambil mengangguk-ngangguk mengerti.
“ Ternyata aku harus bersyukur kepada Allah meski aku belum bisa bersyukur. Nina harus bisa bersyukur atas nikmat Allah”, kataku dalam hati. Aku pun kembali bersemangat.
Supaya teguran itu tidak berulang-ulang di kepalaku yang lagi mengalami stress maka pada setelah sholat magrib, aku menemui mbak Tini dan sepupuku bernama Riri.
“ Mbak Tini, Riri… kenapa aku ditegur karena gara-gara suara tv yang besar ? Nina tidak mendengar, Nina kan tunarungu “, tanyaku sambil protes. Kulihat mbak Tini dan Riri terdiam setelah mendengar pertanyaanku. Lalu mulut mbak Tini mulai berbicara.
“ Maaf mbak… makanya kalau kamu nonton tv, coba periksa apakah volume suara tv itu besar atau kecil. Kalau volumenya besar maka dikecilkan ya “. Aku pun manggut-manggut dan tersenyum mengerti.
“ Okeee… mbak. Aku  mengerti tapi kalau aku lupa memeriksa volume suara tv, jangan tegur yang keras. Kasih tahu aku dengan pelan-pelan yaa…”.  Lalu kulihat Riri memandangku dan mengangguk mengerti. Aku pun lega.
 Setelah sholat isya, aku mengangkat kedua tanganku sambil tersenyum lalu berdoa.
“Ya Allah… Alhamdulillahi terima kasih banyak, Allah . Nina sekarang sadar bahwa Nina harus selalu bisa bersyukur kepada Allah atas banyak kelebihanku walaupun Nina memiliki cacat tunarungu”.  Lalu aku beristigfar. Setelah beristigfar aku melakukan sujud syukur dengan penuh keikhlasan hatiku.
“ Alhamdulillahi…..”, bisikku dalam hati.
Untuk mengingat betapa pentingnya bersyukur kepada Allah, maka aku membuat lukisan kaligrafi potongan salah satu ayat di atas kanvas lukisan dengan latar belakang hamparan padang rumput sunyi dan damai penuh berkah dengan langit biru indah dihiasi pelangi yang merupakan wujud nikmat Allah yang sangat berharga. Lukisanku digantung di dinding mushola di rumahku. Setiap habis sholat, aku selalu memandangi lukisanku itu sambil merenungkan makna ayat tersebut.
Potongan ayat yang kutuliskan di atas kanvas lukisanku,
Sesungguhnya jika kamu bersyukur, aku pasti akan menambah (nikmat) kepadamu, maka jika kamu mengingkari (nikmat-Ku) sesungguhnya azab-Ku sangat pedih ( Q.S. Ibrahim ayat 7)”


Selesai

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...